Arsip Blog

Slider

5/random/slider

Label

Advertisement

Main Ad

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Facebook

BERBAGAI SUMBER MAKANAN UNTUK MENCEGAH DEFISIENSI VITAMIN B2

Posting Komentar


 

Vitamin B2 atau yang disebut Riboflavin merupakan vitamin yang larut di dalam air, biasanya tidak disimpan di dalam tubuh apabila tidak dibutuhkan. Oleh karena itu, perlu konsumsi setiap hari dengan dosis secukupnya agar tidak mengganggu fungsi tubuh normal.

Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzimflavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Jika dikategorukan menurut fungsi secara ringkas, manfaat dan khasiat Riboflavin (B2) antara lain :


Sistem Peredaran Darah

·         Meminimalkan resiko anemia

·         Mencegah penyumbatan pembuluh darah

Sistem Integumen (Kulit, Rambut, Kuku, dsb)

·         Berperan memperbaiki lapisan teratas kulit, yakni lapisan epidermis dalam menahan kelembaban.

·         Mampu menghambat transfer pigmen ke sel kulit sehingga pembentuk flek hitam bisa diminimalisir.

·         Mencegah penuaan dini (keriput di wajah akibat penuaan)

·         Menyehatkan rambut

·         Menunjang dan meningkatkan kesehatan kulit

Sistem Reproduksi dan Bayi

·         Menurunkan resiko terjadinya pre-eklampsia pada ibu hamil

Sistem Saraf dan Otak

·         Menyembuhkan sakit kepala, migrain

Sistem Indra

·         Mencegah resiko mata katarak

·         Memperbaiki fungsi retina mata

Tubuh secara Umum

·         Menunjang pertumbuhan jaringan tubuh

Sumber makanan yang mengandung riboflavin terdapat pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terdapat pada hati, susu sapi, keju, oyster, daging, dan telur. Pada tumbuhan terdapat pada sayuran hijau (brokoli, bayam, asparagus, buncis), buah-buahan (alpukat dan pisang ambon), serealia (bekatul padi, beras pecah kulit, beras merah, tepung wholemeal, jagung) dan umbi-umbian (ubi jalar merah).

Defisiensi niacin (vitamin B3) disebut pellagra. Gejala-gejalanya dikenal dengan istilah “3D”, yaitu singkatan dari diare (mencret-mencret), dermatitis (peradangan pada kulit yang ditandai dengan bercak-bercak merah), dimensi yang berupa kelainan saraf.

Apabila tubuh mengalami defisiensi vitamin B2 maka tanda-tanda pertama dari defisiensi riboflavin yang akan muncul antara lain faringitis dan stomatitis angularis. Tidak hanya dua gejala tersebut, gejala lainpun akan muncul seiring dengan defisiensi vitamin B2 yang tidak segera ditangani.


Fitra juwita
Memastikan bahwa kalian mengenal aku melalui tulisan dan sebaliknya.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email