Arsip Blog

Slider

5/random/slider

Label

Advertisement

Main Ad

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Facebook

Goa Kreo, Perpaduan Wisata Alam dan Sejarah

Posting Komentar

 


 




Sejarah Goa Kreo

Goa Kreo Semarang merupakan salah satu Wisata Keluarga yang berada di Semarang. Sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Mesjid Agung Demak . Ketika itu menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Asal usul kata “Kreo” berasal dari kata Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo.

 

Menurut cerita penduduk, setiap bulan Syawal diadakan acara sedekahan yang diperuntukkan untuk menjamu para kera. Sebagai imbal jasa pada kera2 didaerah gua kreo yang dulu telah membantu Sunan Kalijaga.

 

Goa Kreo merupakan destinasi  wisata alam di semarang dimana memadukan berbagai unsur menjadi berada di satu tempat lokasi. Objek Wisata Semarang ini dibentuk bersatu dengan sebuah bendungan bernama bendungan jatibarang, Bendungan ini memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai tampungan air untuk menanggulangi masalah banjir di Semarang, PLTA, PDAM, dan obyek wisata Semarang.

 

Harga Tiket

Tiket masuk untuk wisata Goa Kreo ini dipatok sebesar Rp. 5000,- untuk satu orang baik dewasa ataupun anak-anak. Aku sempat berfikir kok bisa murah? Ooo… ternyata karena memang didalam destinasi wisata ini tidak ada akses kendaraan, jadi murni jalan kaki. Huaaa kalo disuruh kesana lagi aku bakal mikir-mikir dulu, karena keinget capeknya waktu dulu pas pertama kali kesana.

 

Rute Perjalanan

Rute jalan menuju Goa Kreo ini sebenernya cukup mudah difahami. Tapi kali ini aku mau coba bantu mengarahkan rutenya sebagai seorang mahasiswa ya? Hihihi… maklum selama tingggal di Semarang aku jarang keliling untuk wisata, tapi kalo keliling sambil dagang buku baru oke.

 

Oiya apakah kebetulan kalian adalah mahasiswa UNNES yang ngekos atau tinggal disekitar kampus? Wah..siip, kalian bisa berangkat dari UNNES menuju titik Goa Kreo Jatibarang menggunakan sepeda motor, tapi dengan catatan harus sudah hafal jalan, kalo belum hafal mending jangan deh. Eiits.. buat kalian yang nggak mau ribet kalian bisa pake jasa ojek online. Untuk kisaran tarifnya sebesar Rp.55.000,- untuk roda empat dan Rp. 40.000,- untuk roda dua. Jadi silahkan pilih ya …

 

Akses Jalan

Awal masuk lokasi wisata ini sebenarnya suasananya cukup sejuk, namun terasa panas saat berada di jembatan (khususnya pada siang hari). Aku menyarankan buat teman-teman yang ingin berencana kesini, lebih baik berangkat pagi hari, agar ketika sampai di jembatan tidak bertepatan dengan waktu makan siang.

 

Pengalaman aku sendiri, aku hampir pingsan karena dehidrasi dan kelelahan. Untuk melanjutkan perjalanan ke arah waduk dan berfoto di jembatan, kalian wajib menyiapkan fisik yang cukup kuat karena akan melewati banyak anak tangga. Sepanjang jalan dan anak tangga ini perlu hati-hati karena banyak kera yang berlalu-lalang secara bebas. Jangan sekali-kali membuka kemasan jajan kalian yang ada di dalam tas kalo nggak mau diambil sama kawanan kera.

 

Spot Foto

Ada banyak spot foto menarik disini. Sebelum kalian masuk dan membeli tiket, sepanjang jalan mengarah kesana terdapat banyak studio foto atas awan. Kalian bisa pilih yang mana saja, sebab pada dasarnya baground foto di sana adalah langit  biru yang indah , ketika kalian berdiri atau duduk disana seolah olah kalian sedang berada tinggi di atas waduk Jatibarang bersama langit biru tersebut.

 





Ada beberapa titik yang kece banget kalo dipakai menjadi baground foto kalian, titik mana saja?

1.    Di papan nama “WISATA GOA KREO”

2.    Di Tangga menuju jembatan

3.    Di tengah-tengah jembatan

4.    Di bawah mulut Goa

5.    Di bawah pohon rindang menuju jalan keluar

Yups. Itu tadi titik spot foto yang wajib kalian abadikan ketika bekunjung ke Goa Kreo.

 

Saran buat kalian

1.    Jangan pernah membuka kemasan jajan dan makanan didalam area Goa Kreo

2.    Tidak mengucapkan kalimat-kalimat kasar

3.    Tidak meludah

4.   Dan pakailah pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, jika kalian berpakaian gamis, pilihlah gamis yang bagian bawahnya tidak terlalu mekar. Sebab banyak bekas kotoran kera yang bertebaran disana khawatir menempel atau kecipratan,.


Misteri bagiku

Selepas aku menuntaskan perjalanan menapaki rute yang ada disana, muncullah beberapa pertanyaan iseng dari kepala ku. Satu pengamatan yang masih menjadi pertanyaanku ketika pulang dari berkunjung ke wisata Goa Kreo adalah “Mengapa ketika tepat waktu dzuhur tiba kawanan kera ini tidak berkeliaran di area wisata?

 

Masak iya sih mereka pulang kerumahnya untuk makan siang? Bukankah Goa Kreo yang kami telusuri ini adalah tempat tinggal mereka? Apakah mereka bersembunyi? Lah…aku nggak tau juga jawabannya.

 

Dudududu…..gimana gimana ? kalian punya pengalaman atau pertanyaan yang sama dengan aku, atau bahkan malah ingin menemukan jawaban dari misteri tersebut?

Boleh donk, silahkan tulis apapun yang ingin kalian ceritakan di kolom komentar ya.

See u ….

Fitra juwita
Memastikan bahwa kalian mengenal aku melalui tulisan dan sebaliknya.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email