Arsip Blog

Slider

5/random/slider

Label

Advertisement

Main Ad

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Facebook

Pendidikan Karakter, Satu Upaya Atasi Bullying

29 komentar




Pada hakikatnya pendidikan memiliki dua tujuan yaitu membantu anak untuk menjadi cerdas dan mendorong anak untuk menjadi lebih baik. Konon katanya membantu anak menjadi cerdas lebih mudah daripada mendorong anak menjadi lebih baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masalah moral merupakan persoalan mendasar yang mengisi kehidupan anak dan manusia pada umunya  kapanpun dan dimanapun.

Di kalangan pelajar kerusakan moral sedang marak terjadi, seperti perilaku menyimpang, etika, moral, dan hukum dari yang ringan sampai yang berat seringkali mereka perlihatkan. Salah satu contohnya pada saat ini sering kita jumpai tindak perundungan (bulliyingkhususnya verbal bullying.
 
Bullying, perisakan, atau perundungan, merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara verbal maupun fisik, yang sifatnya menganggu, merusak, maupun melukai orang lain. Perundungan dapat berbentuk ejekan, cemoohan, ancaman, meminta barang atau uang dengan paksa, maupun kekerasan fisik. Korban bullying yang tidak dibantu dapat menderita kondisi depresi, gangguan kecemasan, bahkan mungkin berkeinginan untuk bunuh diri. Perilaku negatif ini menunjukkan kerapuhan karakter di lembaga pendidikan di samping karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal diharapkan mampu mengarahkan dan mengembangkan murid menjadi pribadi yang lebih baik lagi, termasuk pada aspek moral. Dalam hal ini tentunya pendidikan karakter sangat berperan penting. Seorang pendidik perlu untuk merangkul peserta didiknya agar dapat membimbing dan menanamkan pada diri mereka mengenai baik buruknya sesuatu dan mengajak mereka untuk berpikir secara kritis terhadap suatu peristiwa. Dengan adanya pendidikan karakter ini diharapkan murid memiliki karakter dan budi pekerti luhur sehingga dapat mengurangi terjadinya tindak perundungan (bullying) di masa sekarang maupun yang akan datang.

Mengutip dari laman berita online SIAR.com (11/07/2018), Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim, mengatakan penguatan pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk pendidikan moral dan pendidikan akhlak yang bertujuan membentuk pribadi anak yang lebih baik dan selalu dalam setiap perubahan. Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO, Arif Rachman, mengatakan pembentukan karakter merupakan proses yang berlangsung lama, oleh karena itu, anak-anak harus mendapatkan pendidikan karakter sejak dini dengan didukung oleh lingkungan yang berkarakter.

Pendidikan karakter tersebut tidak hanya membentuk karakter pada diri anak saja, tetapi juga mencakup pembentukan kemampuan kognitif, afektif, dan yang terpenting yaitu moralitas anak. Peran sekolah sebagai pendidik karakter menjadi semakin penting. Peran pendidik dalam penanaman pendidikan karakter disekolah tidak hanya dalam proses pembelajaran saja tetapi pendidik juga harus menjadi contoh nyata dan tauladan anak dalam bersikap dan berperilaku.

Dalam penanaman pendidikan karakter pada peserta didik usia sekolah, peran guru dalam memberikan pendidikan karakter sangatlah potensial, karena tidak semua murid mendapat pengajaran pendidikan karakter di rumah.  Bahkan banyak murid mendapat sedikit pengajaran moral dari peran orangtua, masyarakat atau lembaga keagamaan. Pendidikan karakter sangat perlu ditanamkan sedini mungkin untuk mengantisipasi berbagai persoalan seperti tindak perundungan atau bullying.

Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan menanggulangi tindakan kekerasan melalui pendidikan karakter disekolah :
     Ø  Beri kesempatan murid untuk memahami apa itu perundungan (bullying).
Ø  Ajak mereka untuk melawan segala bentuk perundungan.
Ø  Para pendidik juga bisa menjelaskan risiko dan betapa bahayanya bullying. Bila perlu, libatkan murid untuk membahas aturan serta sanksi bagi siapapun yang melakukan bullying ataupun intimidasi di sekolah. Setelah itu pajang peraturan tersebut.
Ø  Memperkuat pengendalian sosial, hal ini dapat dimaknai sebagai berbagai cara yang digunakan pendidik untuk menertibkan murid yang melakukan penyimpangan, termasuk tindakan kekerasan dengan melakukan pengawasan dan penindakan
Ø  Mengembangkan budaya meminta dan memberi maaf antar murid disekolah
Ø  Menerapkan prinsip-prinsip anti kekerasan disekolah
Ø  Meningkatkan dialog dan komunikasi intensif antar siswa dalam sekolah
Ø Menyediakan katarsis (katarsis adalah salah satu usaha yang bisa kamu lakukan untuk mengungkapkan emosi yang sedang dirasakan oleh anak)
Ø 
Dan yang paling penting para pendidik harus mendengarkan orang tua yang melaporkan tindakan kasus perundungan, lakukan penyelidikan. Dengan begitu pihak sekolah pun bisa menentukan keputusan yang tepat dan langkah selanjutnya. Dorong orang tua korban untuk ikut melaporkan dan mengawal isu pencegahan bullying.

Dan pada akhirnya upaya-upaya diatas akan terwujud dengan baik apabila dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholder) dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ekstra kulikuler, pemberdayaan sarana, prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

Sebuah kalimat bijak saya kutip berbunyi “Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku baik bagi perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi menjadi lebih adil, baik, dan manusiawi” (Doni Koesoema A.Ed).

Semoga tulisan ini bermanfaat.
Aku tunggu ya ulasan dan komentarnya dibawah.
Terima kasih….

Fitra juwita
Memastikan bahwa kalian mengenal aku melalui tulisan dan sebaliknya.

Related Posts

29 komentar

  1. Yup, pendididkan karakter dari setiap orangtua dan keluarga sangat penting ditanamkan sejak kecil ya Mbak. Sehingga anak-anak terbiasa menghargai teman-temannya dengan tidak menyakiti secara fisik maupun ejekan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hu'um mbak bener banget, setidaknya mereka bisa memilih kata kata yang kiranya pantas diucapkan .

      Hapus
  2. Bener juga ya. Kalau karakternya positif maka akan nggak mau bullying, jadi deg degan soalnya anakku sebentar lagi masuk sekolah semoga nggak ada bullying

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang penting kita udah memeberikan bekal yang cukup untuk menghadapi bullying mbak, baik itu informasi atau apapun yang kiranya bisa menjauhkan sii anak dari hal buruk ini

      Hapus
  3. Iya harus ditanamkan sejak dini di rumah ya tidak boleh menyakiti teman lain, semoga anak kita selalu dilindungi Allah aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin... kadang perkataan yang ringan seperti ini jika dilakukan terus menerus menjadi ingatan bawah sadar si anak y mbk..

      Hapus
  4. iya, keluarga punya peran penting memberi dasar awal untuk anak supaya mempunyai karakter baik. jadi ketika dia pertama keluar rumah dan berinteraksi dengan orang berbagai karakter dia sudah punya bekal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan biasanya tidak mudah terpengaruh hal buruk ya mbak apalagi ajakan untuk ikut bullying,, jauh jauh deh,,,

      Hapus
  5. Keluarga dan lingkungan sekitar adalah komponen utama yang bisa mencegah terjadinya perundungan, bagus juga ide soal pendidikan karakter ini karena memang membuka mindset

    BalasHapus
  6. Keluarga dan lingkungan sekitar adalah komponen utama yang bisa mencegah terjadinya perundungan, bagus juga ide soal pendidikan karakter ini karena memang membuka mindset

    BalasHapus
    Balasan
    1. ibarat kata pondasinya ya mbak, sebab ketika karkter anak itu sudah baik, lalu dirangkul dengn keluarga dan lingkungan yang mendudukung, biasanya akan semakin memupuk jati diri anak menjadi seseorang yang baik dan anti bullying

      Hapus
  7. Alhamdulillah aku dan teman2 bergerak dalam sebuah campaign Anti Bullying ke sekolah2.. senang melihat anak2 jadi lebih aware tentang bullying. Kami juga punya slogan namanya KLIK... Kenali Lindungi Katakan No Bullying. Jadi saat anak-anak melihat temannya berbuat nggak baik, langsung ditegur yang lain.. hayoo KLIK lo KlIK lo. Menumbuhkan awareness tentang bahaya bullying memang penting banget. Nggak cuma di anak-anak, tapi juga di ortu dan para gurunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kebetulan sekali ya mbak, saya auto ketik pencariaan mbah google, tentang KLIK ini, ternyata sudah lama digalakkan ya mbak slogan ini hanya saya mungkin yang kurang update .. semoga kedepan bisa berbagi lebih banyak info ya mbak

      Hapus
  8. pembentukan karakter mmng harus ya mba, biar anak punya self strong untuk dirinya sendrii biar nggk diam klau ada yg bullying

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak, pasang badan, keep strong bahkan yang diharapkan lebih adalah dia bisa jadi perwakilan pembelaan untuk teman temannya..

      Hapus
  9. Tugas guru tuh buanyaaaaak banget, yak. Benar-benar bukan hanya transfer ilmu. Padahal di rumah juga guru tersebut punya tugas sebagai orangtua.

    Aku sebagai guru merasa sanggup nggak ya mengemban tugas mulia ini. Semoga dikuatkan selalu.

    Untuk bagian menyediakan katarsis, ini nih agak susah dan masih jarang banget dilakukan. Padahal sangat penting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. insyaallah sanggup mbak, aku turut mendoakanmu dari sini. semoga segala niat baik bisa terwujud dan mampu menjadi panutan untuk semua murid muridnya kelak..amiin

      Hapus
  10. Nhah..ini nih yg kurang dari kurikulum pendidikan jaman now,jd respek ke org lain plgi orangtua jd berkurang. Semoga pemerintah dan dinas pendidikan aware utk mempetimbangkan hal krusial ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mbak archa bella kita biki campaignnya kedinas terkait, sapa tau sampek ketelinga mereka..

      Hapus
  11. Pendidikan karakter memang penting banget buat anak, terutama dari lingkungan keluarga dan sekitar yg terdekat ya. Soalnya anak kecil peniru ulung

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak bener banget, tapi ya itu tadi kadang PR banget bagi seorang guru ketika mendapati murid yang kurang mendapatkan pendidikan karakter dirumah.

      Hapus
  12. Pendidikan karakter sering dilupakan dan tidak masuk prioritas. Padahal ya, berilmu saja tanpa berperilaku baik, sungguh akan mengerikan hasil akhirnya. Anak jadi terbiasa mementingkan nilai pelajaran dibanding nilai budi pekerti. PR bersama ya antara guru dan orangtua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang lebih parah adalah menghalalkan segala cara demi nilai nya tadi ya mbak..

      Hapus
  13. Betulll mbak. Setuju banget. Pendidikan karakter ini penting banget . Bagiku, nggak masalah anak nggak begitu pandai di bidang matematika, tapi karakter itu penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan justru karakter anak yang baik itu memudahkan dalam ikatan pertemanan dan bahkan bisa sampek awet ya mbak..

      Hapus
  14. Anakku sembuh dari trauma ketika masuk SMP dan menemukan sekolah yang mengutamakan pendidikan karekter. Alhamdulillah bisa meningkatkan percaya dirinya juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, turut seneng mbak, semoga bibit bibit potensi diri sianak pelan pelan bisa terus bermunculan juga ya mbak karena trauma nya udah sembuh..amiin

      Hapus
  15. Pendidikan karakter ini kuncinya pada lingkup keluarga dulu, baru kemudian sekolah melalui pelajaran-pelajaran yang diberikat tiap hari... Tapi sayangnya pendidikan budi pekerti memang terkesan gak ada.. semua pelajaran tertuju pada ranah kognitif aja

    BalasHapus
  16. Betul banget mbak. Kita harus ajarkan anak-anak kita untuk berani menghadapi perundungan. Sip, thanks ya ulasannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email