Arsip Blog

Slider

5/random/slider

Label

Advertisement

Main Ad

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Facebook

New Normal. Siapkah Kita?

Posting Komentar



Berbicara tentang siap tidaknya kita menghadapi new normal life tidak akan lepas dari yang namanya protokol. Saat ini pemerintah mulai mengkhawatirkan tentang perekonomian negara yang semakin merosot. Sebab keadaan ekonomi yang merosot berdampak besar dengan arus keuangan keluarga dimasyarakat yang secara tegar pemerintah mengatakan tidak mampu menjaminnya. Hal tersebut ternyata secara tidak langsung perlahan membuat kita semua dengan terpaksa mengubah kebiasaan sehari-hari dengan work from home, kemudian kita  juga mengubah lifestyle dalam berinteraksi maupun berbisnis, yang pada akhirnya mengantarkan kita pada new normal life.

Uji coba new normal life memang baru diterapkan pada beberapa daerah, dan kota Semarang tidak termasuk diantaranya. Tapi kembali kenyataan bahwa keadaan dan aktivitas kegiatan di kota Semarang nampaknya mulai terlihat kembali normal.
Sempat saya bertanya, seperti inikah yang disebut new normal?
Bukankah new normal seharusnya diimbangi dengan pemahaman akan pentingnya persiapan dan proteksi diri ketika beraktivitas diluar atau dalam keadaan kembali bekerja?

Dengan adanya wacana penerapan new normal, secara resmi dokter Reisa Broto Asmoro sebagai juru bicara gugus covid-19 mengajak masyarakat Indonesia untuk melaksanakan upaya pencegahan penyebaran covid-19 di era new normal terutama untuk para pekerja. Upaya tersebut antara lain :
1.    Mencuci tangan setelah menggunakan barang-barang dan peralatan kerja
2.    Memerhatikan makan-minuman yang dimakan dan diminum dan menyarankan agar para pekerja membawa bekal sendiri dari rumah
3.    Membawa peralatan makan dan hindari peralatan makan bersama orang lain
4.    Jika terpaksa harus menggunakan barang atau alat kerja secara massal, dokter Reisa meminta para pekerja tetap menjaga higienitas dengan mencuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik menggunakan sabun

Dokter Reisa mengatakan perilaku tersebut apabila dilakukan secara disiplin maka akan berdampak sangat besar dikala pandemi saat ini, dan lebih jauh hal tersebut berpengaruh besar dalam adaptasi new normal yang kelak akan makin cepat penerapannya dan mudah dilakukan.

Kemudian mengacu pada peraturan yang saya kutip dari farmasetika.com  Kemenkes telah mengeluarkan secara resmi aturan panduan bekerja kantoran new normal. Keputusan tersebut terdapat dalam KMK nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri Dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi.


Dalam panduan ini dijelaskan bahwa diperlukan langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan COVID-19 di lingkungan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh komponen yang ada di tempat kerja mulai dari pekerja hingga tingkat pimpinan serta memberdayakan semua sumber daya yang ada. Penentuan langkah ini disesuaikan dengan tingkat risiko berdasarkan jenis pekerjaan dan besarnya sektor usaha dengan pertimbangan. Berikut adalah faktor yang menjadi sorotan untuk adaptasi pekerja kantoran di era new normal :

1.    Faktor pekerjaan
Identifikasi jenis pekerjaan dan hubungannya dengan potensi bahaya paparan penularan penyakit perlu dilakukan dalam rangka membuat upaya yang lebih efektif. Penilaian risiko ini dilakukan berdasarkan potensi terpapar dari lingkungan umum selama perjalanan, rekan kerja dan hubungan dengan pelanggan serta potensi terpapar dengan riwayat perjalanan dari dan ke daerah terinfeksi penyakit COVID-19.
Adapun pengelompokkan pekerja berisiko adalah sebagai berikut:
-       Risiko pajanan rendah, adalah pekerjaan yang aktifitas kerjanya tidak sering berhubungan/kontak dengan publik (pelanggan, klien atau masyarakat umum) dan rekan kerja lainnya.
-       Risiko pajanan sedang, adalah pekerjaan yang sering berhubungan/kontak dengan masyarakat umum, atau rekan kerja lainnya, pengunjung, klien atau pelanggan, atau kontraktor.
-       Risiko pajanan tinggi , adalah pekerjaan atau tugas kerja yang berpotensi tinggi untuk kontak dekat dengan orang-orang yang diketahui atau diduga terinfeksi COVID-19, serta kontak dengan benda dan permukaan yang mungkin terkontaminasi oleh virus.
2.    Faktor di luar pekerjaan
Faktor di luar pekerjaan bisa diartikan dengan resiko luar seperti kendaraan yang kita gunakan menuju tempat kerja, dan pembelian atau pengdaan alat yang dibutuhkan dan dibawa masuk kearea tempat bekerja
3.    Faktor yang dapat terjadi di rumah maupun komunitas
4.    Faktor komorbiditas
Potensi pada usia yang lebih tua, adanya penyakit penyerta seperti Diabetes, hipertensi, gangguan paru dan gangguan ginjal, adanya kondisi immunocompromised/penyakit autoimun dan kehamilan.

Era new normal sudah di depan mata. Aktivitas di luar rumah mulai berjalan, walaupun dengan beragam peraturan dan protokol yang diarahkan baik oleh pemerintah maupun oleh dokter Reisa sebagai juru bicara gugus covid-19, semua tetap harus dilakukan secara disiplin dan maksimal. Semua itu untuk bisa menekan angka penyebaran dan sekaligus berpartisipasi dalam mencegah penularan virus covid-19.

Fitra juwita
Memastikan bahwa kalian mengenal aku melalui tulisan dan sebaliknya.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email