Arsip Blog

Slider

5/random/slider

Label

Advertisement

Main Ad

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Facebook

Bagaimana dan Mengapa Saya Harus Terus Menulis

Posting Komentar
Menulis adalah caraku menua dengan sehat, bagaimana dengan kamu? Tulisan ini pernah saya tulis disebuah memo dan sempat saya posting ulang dalam salah satu akun media sosial saya. Berbagai macam jawaban dan komentar yang mampir dibawahnya menandakan bahwa menulis memiliki manfaat dan efek sugesti yang kuat untuk mereka. Saya jadi ingin bercerita awal mula bagaimana saya mulai pelan-pelan menekuni tulisan saya dalam berbagai media.

Sekitar tahun 2018, suatu sore suami saya memperhatikan saya sibuk mengoceh sendiri, berkomentar dengan wajah menghadap ke layar handphone, bergumam dan akhirnya mendapati saya stand pinggang (dalam posisi berdiri meletakkan kedua tangan saya dipinggang) beliau bertanya, "bunda kenapa?" iniloh yah masak bunda baca artikel tentang sebuah pengobatan diare yang menggunakan amoxicilin. amooxicilin itu bukan antibiotik untuk pencernaan, saya mengoceh panjang tentang bagaimana pengalaman dan ilmu yang saya dapat bertahun-tahun selama terjun didunia pelayanan kesehatan tidak pernah meresepkan amoxicilin sebagai antibiotik pencernan terutama diare. Lah...makanya bunda tu nulis, buat blog biar ilmu yang keliru diluar sana bisa diluruskan,  biar bisa dibaca orang lain dan keliatan dimata bagaimana manfaat ngeblog itu terutama untuk diri sendiri khusunya. Kalo perlu tu ya nda bikin sekalian tulisan tentang tips ngeblog untuk para pemula.  "Tak buat buku ajalah" saya menimpali.

Ketika itu suami mendekati saya, menurunkan kedua tangan saya yang masih diatas pinggang, menyuruh saya untuk duduk dan mengajak saya berdiskusi tentang bagaimana seorang yang ingin membuat buku itu harus memulainya dari tulisan yang sedikit-sedikit tapi terus-menerus. Kali ini pembicaraannya benar-benar memotivasi, dia berkata ketika nanti tulisannya udah banyak, baru dijadiin satu bikin buku deh ". Oke kala itu tekad saya bulat. saya akan menulis, begitulah cerita saya tentang bagaimana saya  mengawali proses perjalanan saya dalam menulis. 

Keesokan harinya saya mulai mencari informasi tentang situs jejaring blog sebagai media tulisan saya dan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan situs blogspot.com sebagai halaman situs untuk tulisan kesehatan saya. Sampai saat ini halaman itu masih konsisten saya fokuskan sebagai blog kesehatan yang berisi tentang update obat, info terkini, isue kesehatan saat ini, hari peringatan kesehatan dan banyak lagi yang lainnya.

Meskipun jujur sampai saat ini halaman blog itu masih belum rapi, tapi saya  usahakan untuk susunan temanya akan terus konsisten tentang kesehatan. Satu hal yang menjadi pertimbangan saya adalah, saya berharap ketika ada orang lain yang kebetulan bukan seorang lulusan sekolah kesehatan kemudian mereka kebetulan membaca tulisan saya, saya berharap mereka bisa memahami sesuatu yang benar dan dapat terhindar dari kesalahfahaman. Oleh sebab itu saya berprinsip bahwa apa yang saya tulis senantiasa harus beracu pada referensi buku dan penelitian terbaru. Itulah alasan kuat " mengapa saya harus terus menulis".

Eits,,,, tapi jangan salah, saya juga ikut terjun dalam tulisan yang bertema antalogi. Tujuannya adalah biar sisi romantis dalam diri saya bisa ikut tertuang, karena selain menjadi seorang yang serius dalam pelayan kesehatan saya juga sering bertemu pasangan dan anak muda yang ujung-ujungnya curhat, nah disitulah kadang kalimat motivasi yang keluar dari mulut saya beraroma khas baper. Hehehe....
Nah loh, kalian pasti bingung dan ingin bertanya gimana caranya agar tulisan kita bisa terus berjalan?
Yuks simak ide dari saya dibawah ini :

1. Menginstall Aplikasi Media Sosial


Media sosial saat ini seolah olah sudah menjadi anggota inti dalam kehidupan kita. Banyak hal yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari yang secara tidak sadar kita tuliskan disana, baik itu keluhan, komentar, saran serta pengalaman yang biasanya tidak cukup diceritakan dalam satu kalimat. Kemudian penambahan photo seringkali menjadikan tulisan itu memiliki ukuran panjang kali lebar kali tinggi dibandingkan ukuran dan komposisi photo itu sendiri. "Hayoo...bener nggak?". Teringat saran dari suami tadi, bahwa sebuah tulisan -tulisan kecil nantinya akan bisa digabungkan, jadi mulai saat itulah saya juga mulai berusaha menulis dengan teratur didalam aplikasi tersebut. Ada yang bertanya" emang aplikasi medsosnya apa aja? 
Emm..kalau saya sih instal facebook, twitter, instagram, line, picart, medium. tapi ini nggak wajib ya salah satupun boleh. Pada dasarnya sebenernya medsos apa aja boleh, yang penting tulisan kita bisa terus tertuang, dan kelanjutannya bisa kita jelentrehkan didalam blog masing-masing. 

2. Ikutan event


Saat ini event menulis sangat banyak diselenggarakan baik dalam media sosial facebook, whatsapp dan instagram. Untuk terus bisa mendapatkan informasi tentang event menulis sebaiknya kamu coba cara ini. Jika kamu tidak memiliki akun medsos tersebut, saya sarankan untuk segera menginstal dan mulai memanfaatkan aplikasi teresebut untuk menjelajahi event. Saya adalah seseorang yang menggunakan semua akun sosial tersebut. 

Dalam akun facebook, saya akan mendapati sebuah share link yang sering dikirimkan oleh teman-teman saya yang kebetulan berprofesi sama seperti saya. Secara tidak sadar antusias yang muncul karena banyaknya jumlah orang yang mmbagikan link tersebut, menjadikan saya otomatis ikut serta secara antusias pula dengan judul tulisan tentang campaign kesehatan. 
Kemudian media sosial instagram menjadi ajang pencarian hastag(#) terpopuler tentang event menulis tema antalogi yang membuat saya konsisten dalam menulis dan 2 kali memenangkan sebuah sayembara kepenulisan puisi.
Terakhir whatsapp, mengapa whatsapp? karena whatsapp secara tidak sadar membuat kita memiliki kelompok kelompok kecil yang memiliki kesamaan ide, wawasan dan pola pikir dalam tantangan menulis disebuah blog. Dalam komunitas dan group whatsapp kita akan sangat mudah untuk membagikan link event blog menulis karena link tersebut biasanya sudah otomatis terbaca dalam tulisan berwarna biru yang dalam 1 klik membuat kita bisa menjelajahi, sekaligus membaca syarat dan ketentuan dari tim penyelenggara event menulis blog tersebut.


3. Membuat jadwal blog dengan tema sendiri


Sampai saat ini yang saya fahami adalah tidak setiap hari saya bisa mengikuti event menulis blog, tapi keinginan saya untuk menulis sangat kuat. Nah... ide untuk membuat tema tulisan ini menjadikan saya punya target untuk melengkapi judul judul tulisan saya. misal : untuk tahun lalu saya fokus menuliskan berbagai macam penyakit dindonesia. Pada bulan Januari saya fokus membahas penyakit yang berakhiran kata "mia" seperti thalasemia, leukimia, anosmia, dan lainnya. Kemudian dibulan februari saya membahas penyakit yang berakhiran "is" seperti hepatitis, tonsilisitis, kandidiasis dan lainnya. Dan begitu seterusnya untuk bulan-bulan selanjutnya. Menurut saya sejauh ini ide untuk membuat tema sendiri juga memiliki hasil yang maksimal jika kita memang punya target khusus  dalam blog pribadi kita mengenai judul disetiap bulannya. 


Gimana...gimana... pendapat kalian tentang tips dan ide yang saya tuliskan ini. Wah....gak kerasa ya ternyata tips dan ide menulis blog kita kali ini cukup panjang ebleh-eblehnya. Saran saya sih cobain dulu deh 3 tips dan ide diatas, kalau memang mulai kerasa perubahan kemajuannya jangan lupa ceritain balik ya ke saya, nanti kita bahas tips dan ide ngeblog selanjutnya, ..Oke...see u..!!
Semoga bermanfaat.
Fitra juwita
Memastikan bahwa kalian mengenal aku melalui tulisan dan sebaliknya.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email